Skip to content
DailyScope
Dunia & Geopolitik· United States· 24 jam yang lalu· 1 menit

Trump Batalkan Rencana Livestream Eksekusi Mati Pelaku Penembakan Fort Hood

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk menyiarkan secara langsung (livestream) eksekusi Nidal Malik Hasan, pelaku penembakan massal di Fort Hood tahun 2009. Meskipun rencana siaran publik dibatalkan, Hasan tetap dijadwalkan menjalani hukuman mati oleh regu tembak pada 3 Desember 2026. Trump menyatakan bahwa keluarga dekat para korban tetap diizinkan untuk menyaksikan proses eksekusi tersebut secara langsung di lokasi di pangkalan militer Texas.

Latar Belakang

Nidal Malik Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS, melakukan penembakan di gedung medis pangkalan militer Fort Hood pada 5 November 2009, yang menewaskan 13 orang dan melukai 32 lainnya. Pada Agustus 2013, juri militer menjatuhkan hukuman mati setelah ia terbukti bersalah atas 45 tuduhan pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan. Eksekusi ini akan menjadi hukuman mati militer pertama di Amerika Serikat dalam lebih dari 60 tahun.

Mengapa Penting?

Rencana awal untuk menyiarkan eksekusi tersebut secara publik memicu kontroversi internasional dan kritik tajam dari organisasi hak asasi manusia serta PBB yang menyebutnya sebagai tindakan yang mengerikan. Keputusan ini mencerminkan tarik-ulur antara keinginan pemerintah untuk menggunakan hukuman mati sebagai deteren (pencegahan) publik dengan batasan etika penyiaran visual kematian.

Dampak

Pembatalan livestream ini meredakan tekanan publik dan kritik terhadap pemerintahan Trump, termasuk dari Wakil Presiden JD Vance yang sebelumnya menyatakan tidak akan menonton siaran tersebut. Pentagon juga telah menyelaraskan posisinya dengan keputusan presiden setelah sebelumnya sempat mengonfirmasi rencana livestream ke media.

Perkembangan Selanjutnya

Pelaksanaan hukuman mati oleh regu tembak akan tetap dilakukan sesuai jadwal pada Desember 2026. Publik dan lembaga hukum internasional kemungkinan akan terus memantau proses ini mengingat signifikansinya sebagai eksekusi militer pertama AS setelah beberapa dekade.

Klaim & fakta kunci (5)
  • Pernyataan resmiDonald Trump membatalkan rencana livestream eksekusi Nidal Hasan melalui unggahan di Truth Social pada 15 Oktober. — Mothership
  • Fakta terverifikasiNidal Hasan akan dieksekusi oleh regu tembak pada 3 Desember 2026. — Mothership
  • OpiniPBB menyebut rencana siaran langsung eksekusi tersebut sebagai tindakan yang 'abhorrent' (mengerikan). — Mothership
  • Pernyataan resmiMenteri Pertahanan Pete Hegseth mendukung keputusan presiden setelah sebelumnya sempat mengumumkan rencana siaran publik. — Mothership
  • Pernyataan resmiKeluarga korban tetap diperbolehkan menyaksikan eksekusi secara langsung di lokasi. — Mothership
Sumber tunggal4 publisher· Ringkasan dibuat 17 Okt 2026, 17.29
Sumber (4)
Waktu peristiwa (laporan paling awal)
15 Okt 2026, 22.53
Perkembangan terakhir
16 Okt 2026, 19.08
Pertama terlihat DailyScope
17 Okt 2026, 16.44
Ringkasan dibuat
17 Okt 2026, 17.29

Peristiwa terkait

  • UPDATEDunia & Geopolitik· United States· 3 jam yang lalu

    Penembakan di SD Oregon Tewaskan Empat Orang Sebelum Pelaku Dilumpuhkan Warga Bersenjata

    Sebanyak empat orang, yang terdiri dari tiga murid berusia 5, 8, dan 11 tahun serta seorang guru perempuan, tewas dalam aksi penembakan massal di Silver Rail Elementary School di Kota Bend, Oregon, Amerika Serikat, pada Kamis sore waktu setempat. Pelaku penyerangan yang diidentifikasi sebagai remaja laki-laki berusia 16 tahun dan merupakan mantan siswa di se

    ABC News (Australia), Al Jazeera, BBC News, CNA +5 · 2 menit

  • UPDATEDunia & Geopolitik· United States· 38 menit yang lalu

    Katie Zacharia Akhiri Jabatan Sekretaris Pers Gedung Putih Setelah Lima Hari

    Katie Zacharia resmi meninggalkan posisinya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih setelah menjabat selama lima hari. Pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyarankan Zacharia untuk mempertimbangkan kembali posisinya. Keputusan ini menyusul kritik luas terhadap performa perdana Zacharia saat memimpin taklimat

    ABC News (Australia), Al Jazeera, BBC News, CNA +7 · 1 menit

  • Dunia & Geopolitik· United States· 36 menit yang lalubelum diringkas

    Wildfires rage in Southern California, burn homes

    Firefighters in the state say a fast-moving wildfire has ripped through at least six homes, prompting evacuations and power outages.

    ABC News (Australia), France 24

  • Dunia & Geopolitik· United States· 6 jam yang lalubelum diringkas

    Donald Trump Jadikan Nama 'Mohammad' Sebagai Bahan Lelucon

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --- Presiden AS Donald Trump melontarkan lelucon mengenai popularitas nama 'Mohammad' di dunia Muslim. Lelucon itu disampaikan saat ia menyindir jabatan presiden Iran dalam sebuah pidato kampanye...

    detikcom, Republika

  • Dunia & Geopolitik· United States· 2 jam yang lalubelum diringkas

    Trump promised a swing district blitz. He's going to a lot of very red states

    President Trump's midterm travel blitz ahead of Election Day includes several red states he won easily 2 years ago, showing the electoral landscape is more challenging for Republicans.

    NPR